YPI Ziyadatul huda di rintis oleh Ust. Nurhasan dikernakan atas saran dan masukan dari tokoh masyarakat diantaranya KH. Moh Solahudin pada tahun 2007. Berawal dari satu dua santri hingga kemudian bertambah banyak yang kemudian membawa konsekwensi pemikiran sarana prasarana termasuk asrama dan sebagainya. Para tokoh masyarakat itu menitikberatkan serta mencurahkan segenap pikiran dan perhatian dalam rangka memajukan pesantren,
YPI Ziyadatul huda dalam hal pendidikan selalu mengantisipasi pada perkembangan santri, oleh karenanya pendidikan di Pondok Pesantren Ziyadatul huda lebih di kedepankan dengan menjaga sedini mungkin dari hal – hal yang bisa berdampak negatif pada santri.
Kitab – kitab yang di ajarkan pada para santri benar – benar di seleksi agar tidak merusak tatanan. Seperti halnya ilmu mantiq dan usul fiqih yang sengaja tidak di ajarkan pada para santri. Bukan karena tidak mampu karena beliau dalam dua hal itu justru menonjol, namun lebih karena pertimbangan bahwa dua ilmu itu potensi negatif yang tinggi sehingga santri manjadi senang main otak – atik hukum mengikuti kemauan sendiri dan gemar melakukan mujahadah yang terkadang tidak berujung pangkal.
Begitulah dekripsi singkat Pondok Pesantren Ziyadatul Huda pada era pendiri yang kemudian berkembang dan mengalami peningkatan hingga kemudian usul fiqih dan materi manteq di ajarkan.



